SAMBUTAN GUBERNUR BALI

OM Swastyastu,

Pesta Kesenian Bali yang digulirkan setiap tahun sebagai ajang penyelenggaraan event Seni Budaya bukan hanya mewadahi aspirasi seniman Bali saja, tetapi juga memberi peluang kepada seniman luar daerah dan luar negeri, untuk itu PKB ini perlu lebih digaungkan gemanya kepada masyarakat luas melalui berbagai media.
Salah satu media yang efektif dapat menggemakan Pesta Kesenian Bali XXIX Tahun 2007 adalah buku panduan. Dengan buku panduan ini masyarakat luas dapat diharapkan mengetahui prosesi seni budaya di Bali yang tengah dilaksanakan sebulan penuh. Bagi mereka yang punya keinginan langsung menyaksikan acara PKB XXIX Tahun 2007, maka melalui buku panduan ini dapat memilih materi sajian Pesta Kesenian Bali XXIX Tahun 2007 dimaksud. Disamping itu pula melalui buku ini masyarakat luas dapat menyerap makna yan terkandung dalam penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XXIX Tahun 2007 yang kali ini mengangkat tema Swabhawaning Idep : Pancaran Keluhuran Budi” yaitu suatu tema yang bermanfaat untuk mendorong dan menuntunmasyarakatdalam konteks berfikir, berbicara dan berbuat yang lebih mulia dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian direalisasikan dalam bentuk karya seni budaya.
Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan penghargaan atas peran serta semua pihak dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XXIX tahun 2007 dalam arti luas. Akhirnya semoga apa yang kita rencanakan bersama dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses.
The bali arts Festival which is held once a year as an event for art and cultural activites, is not merely a means to accommodate the aspiration the Balinese artist, but it also gives opportunity to the artist from other provinces and abroad. Therefore this Festival should be informed in such wide way to the world community through various media.
One of the most effective media to inform the 28 th Bali Arts Festival is the guide booklet. By this booklet, the people will know exactly the procession of the one month activities. For those who want to observe the 28 th Bali Arts Festival in 2006, they could choose any activity they wish. Besides, the people also at once could understand the significance of this year Festival that takes a theme : Swabhawaning Idep - The Reflection of the Noble Mind. The theme is very beneficial to urge and guide the people to think, to speak and to behave in such glorious way in line with their daily life which is then transformed into art and cultural masterpieces.
By this occasion, I would like to thank all sides for the participation to make the 28 th Bali Arts Festival a success. May God bless us all.

Om Santih, Santih, Santih Om


ACTIVITY CENTER


Idaman seniman-seniman Bali untuk memiliki suatu kawasan pusat kegiatan seni budaya Bali, pada akhirnya terwujud, menjadi nyata ketika sebuah gedung berdiri menjulang megah ke udara dengan arsitektur khas penuh ukiran Bali, dan dilatari konsep filsafat yang tinggi. Gedung itu berdiri dengan nama MAHUDARA MANDHARA GIRI BHUWANA, diresmikan tanggal 14 Peburari 1973. Dan gedung itu pulalah menjadi cikal bakal kawasan sekitar 5 hektar sebagai suatu "taman" tempat tumbuh subur dan berseminya "bunga-bunga" kesenian Bali. Kawasan Taman Budaya itu terletak di sebelah barat Jalan Nusa Indah dinamai Werdhi Budaya sesuai harapan lestari atau werdhi-nya kebudayaan Bali - sebagai bagian bunga rampainya Kebudayaan Nasional Indonesia.

Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek :
1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll.
2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma
3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan
4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di Selatan Sungai)


Kilas cerita dalam Adi Parwa terpateri menjadi nama-nama bangunan serta pahatan dengan indah pada panil-panil batu padas di gedung-gedung itu. Di puncak gedung menjulang Mahudara dengan pameran permanen didalamnya, ada sebuah murdha berukir berbentuk bajra atau genta - simbul Dewa Indra, sementara di sebelah Timur gedung utama ini terdapat sebuah balai terapung: Bale Kembang, simbul kepala raja penyu Akupa dengan telaga kecil mengelilingi lautan susu Ksirarnawa. Naga Basuki dilambangkan dengan 2 ekor naga besar yang berada di kiri kanan jalan masuk ke lantai dua gedung utama. Sebuah pura Taman Beji melengkapi komplek ini di bagian Timur, dengan sebuah Bale Selonding di depannya, juga sebuah perpustakaan Widya Kusuma - berlantai dua tempat mencari acuan tentang Taman Budaya dan hasil seni yang ada. Kebiasaan berdiskusi dalam bentuk pepaosan diwadahi dengan sebuah balai dinamai Amertha Saraswati - tempat membaca lontar dan menterjemahkannya.

Masih di bagian Utara Sungai terdapat Gedung Kriya Ucaaihsrawa, tempat pameran lukisan atau seni rupa lainnya secara tidak tetap. Para seniman Bali secara bergilir mendapatkan kesempatan berpameran di tempat ini, kadang-kadang diselingi pameran dari seniman negeri lain sebagai perbandingan. Sebuah Studio Patung diberi nama Dewi Ratih berada di barat gedung Kriya dengan 2 lantai. Pada saat pameran Pesta Kesenian Bali, gedung ini digunakan sebagai ajang pameran foto di lantai 2 dan arsitektur Bali di lantai 1.

 

Bangunan yang paling besar seluas 7200 meter persegi adalah sebuah panggung amphi theatre berbentuk bulan sabit, karena itu dinamai Ardha Chandra. Candi kurung yang ada di sebelah Timur - sekaligus tempat keluarnya para penari saat pertunjukkan - dibuat demikian megah, dan anggun menjadi latar belakang pertunjukkan yang indah. Apalagi pada malam hari saat bulan purnama atau ketika sorot lampu menerpa bangunan ini. Panggung itu bisa menampung lebih dari 6000 penonton. Bangunan yang selesai tahun 1977 ini memiliki lantai bawah di bagian pinggir Utara, Barat dan Selatan. Tempat ini dipakai markas organisasi kesenian yang ada; tempat penjualan karcis dan pameran industri kerajinan dari berbagai kebupaten setiap Pesta Kesenian Bali berlangsung. Sekarang, banyak juga seniman dan pengrajin yang antre mendapatkan giliran pameran di sana.

Gedung panggung tertutup di sebelah Barat Ardha Chandra adalah bangunan Ksirarnawa di atas tanah 5.850 meter persegi dengan 2 lantai. Lantai ataslah merupakan panggung tertutup yang ditata indah untuk 800 penonton. Lantai bawah dipakai perkantoran Taman Budaya, ruang informasi, cafetaria dan ruang sanggar-sanggar. Selama Pesta Kesenia Bali berlangsung, lantai satu ini dipakai untuk tempat pameran hasil kerajinan rumah tangga dan barang seni yang terus digenjot dari tahun ke tahun dan terbukti menjadi andalan ekspor nonmigas Bali selama ini.

Selain bangunan tadi yang semua permanen ada sejumlah panggung tak permanen; Panggung Terbuka Cak Mandala, Kidul Mandala, Uttar Mandala, Madya Mandala, dan Wantilan Mandala berfungsi untuk pagelaran, tempat berdiskusi atau latihan menari. Sarasehan budaya setiap Pesta Kesenian Bali biasanya diadakan di wantilan - sebuah gedung tertutup memuat sekitar 500 orang - dekat gedung Studio Patung, sedangkan di panggung Cak Mandala sering digelar tarian Cak bagi wisatawan yang mengujungi Taman Budaya pada malam hari.

Masih banyak yang mesti dikerjakan untuk sempurnanya Taman Budaya, sesuai dengan maket yang pernah ada. Bertahap namun pasti taman ini terus dilengkapi baik dengan bangunan-bangunan fisik maupun kiat berkesenian untuk mereguk air kehidupan melalui seni.


 
Schedule | Venue Activity | Contact Us
Copyright Bali Arts Festival 2007